Tuesday, January 10, 2012

Indonesia Impor Beras Rp 11,7 Triliun (2,7 juta Ton); Migor pun Kini Impor dari Malay

Thank you for using rssforward.com! This service has been made possible by all our customers. In order to provide a sustainable, best of the breed RSS to Email experience, we've chosen to keep this as a paid subscription service. If you are satisfied with your free trial, please sign-up today. Subscriptions without a plan would soon be removed. Thank you!
[imagetag]

[imagetag]

Wow! Indonesia Impor Beras Rp 11,7 Triliun
Rabu, 11/01/2012 13:04 WIB

Jakarta - Total beras impor yang masuk ke Indonesia dari Januari hingga November 2011 sebanyak 2,5 juta ton dengan nilai US$ 1,3 miliar atau setara Rp 11,7 triliun. Beras-beras impor itu berasal dari Vietnam, Thailand bahkan dari China. Misalnya beras impor dari China masuk kembali ke pasar Indonesia pada bulan November 2011. Padahal bulan-bulan sebelumnya importasi beras impor China sempat berhenti.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dikutip detikFinance, pada bulan November 2011 terdapat sebanyak 1600 ton beras asal China dengan nilai US$ 5,9 juta masuk ke tanah air. Pada 3 bulan sebelumnya, beras impor dari Negeri Tirai Bambu ini sudah tidak masuk. Dengan demikian, total beras impor dari China sejak Januari hingga November 2011 sebanyak 3500 ton dengan nilai US$ 11 juta.

Selain dari China, impor beras masih didominasi dari Vietnam. Total beras Vietnam yang masuk ke Indonesia sejak Januari 2011 sebanyak 1,6 juta ton dengan nilai US$ 835,6 juta. Sementara untuk bulan November saja, beras dari Vietnam yang masuk ke tanah air sebanyak 178,1 ribu ton dengan nilai US$ 102,9 juta. Sementara itu, untuk beras dari Thailand, total beras yang masuk sejak Januari hingga November 2011 sebanyak 847,3 ribu ton dengan nilai US$ 475,8 juta. Untuk bulan November 2011, beras impor dari Thailand yang masuk sebanyak 104,1 ribu ton dengan nilai US$ 64,7 juta.

Dengan demikian, total beras impor dari Januari hingga November 2011, sebanyak 2,5 juta ton dengan nilai US$ 1,3 miliar atau setara Rp 11,7 triliun. Sementara pada bulan November saja, beras impor yang masuk sebanyak 287,3 ribu ton dengan nilai US$ 174,8 juta.
http://finance.detik..com/read/2012/...iliun?f9911013

[imagetag]
Itu logonya saja beras BULOG, tapi isinya adalah (kebanyakan) beras impor
dari Thailand dan Vietnam (bahkan kini India). Sebelum dikirim ke Indonesia,
karungnya di cap dulu dengan lambangnya BULOG, baru di kapalkan.


Bulog Lebih Banyak Serap Beras Impor daripada Petani
Rabu, 04/01/2012 16:42 WIB

Jakarta - Perum Bulog hingga akhir 2011 hanya menyerap 1,8 juta ton beras petani di dalam negeri. Sementara serapan dari beras impor dipastikan akan mencapai 1,9 juta ton. "Termasuk komersial (200.000 ton) semuanya itu mencapai 1,8 juta ton," kata Dirut Perum Bulog Sutarto Alimoeso saat ditanya soal pengadaan beras dari dalam negeri di 2011, di kantor menko perkonomian, Lapangan Banteng, Jakarta, Rabu (4/1/2011).

Sementara itu di sisi lain, Sutarto mengatakan untuk pengadaan beras impor akan mencapai 1,9 juta ton. Meskipun sampai saat ini realisasinya baru mencapai 1,3 juta ton. "Impor kita sampai 28 Februari 2012 habis. Kita ada memang keterbatasan. Di mana keterbatasan bongkar muat dan sebagainya. Kan total impor beras itu 1,9 juta ton sekarang sudah hampir 1,3 juta," jelas Sutarto.

Ia menambahkan pada Januari 2012 ini sebanyak 500.000 ton beras impor akan masuk bagian dari izin impor beras tahun lalu. Sementara itu beras impor dari Thailand sebanyak 165.000 ton sudah masuk ke Indonesia. Bulog menargetkan ada pemasukan beras impor dari beberapa negara sebanyak 1,9 juta ton. Beras-beras itu berasal dari negara Thailand, India, dan Vietnam. Beras dari Thailand 300.000 ton lebih, Vietnam 300.000 ton lebih, India sebanyak 250.000-400.000 ton lebih.
http://finance.detik..com/read/2012/...aripada-petani

[imagetag]
Migor impor dari Malaysia. Anehnya, itu bahannya dari kebun-kebun sawit
di Indonesia (Kalimantan dan Sumatera), lalu di olah di pabrik migor Malaysia,
dan akhirnya di export kembali oleh Malaysia ke konsumen di Indonesia.


Duh! RI Dibanjiri Minyak Goreng Asal Malaysia
Minggu, 08/01/2012 17:02 WIB

Jakarta - Meskipun Indonesia merupakan negara penghasil kelapa sawit, rupanya negara tercinta kita ini masih mengimpor minyak goreng. Negara Malaysia merupakan negara pengekspor minyak goreng terbesar sepanjang tahun 2011.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) seperti dikutip detikFinance, Minggu (8/1/20120) dari Januari hingga November 2011 sebanyak 39,9 ribu ton minyak goreng dengan nilai US$ 51,3 juta minyak goreng asal Malaysia yang masuk ke Indonesia. Rata-rata setiap bulannya minyak goreng yang masuk dari negeri jiran ini sekitar 1,5 ribu ton dengan nilai US$ 2,5 juta.

Sementara ada negara lain yang merupakan negara pengekspor minyak goreng ke Indonesia, antara lain Thailand dengan impor minyak goreng sebanyak 642 ton dengan nilai US$ 1 juta, Singapura 488 ton dengan nilai US$ 929 ribu, Korea Selatan 230 ton dengan nilai US$ 487 ribu, Amerika Serikat 239 ton dengan nilai US$ 481 ribu, dan negara lainnya 309 ton dengan nilai US$ 606 ribu.

Dengan demikian total impor minyak goreng Indonesia mencapai 41,85 ribu ton dengan nilai US$ 54,9 juta hingga November 2011 lalu. Tidak hanya minyak goreng, rupanya Indonesia sebagai negara penghasil kelapa sawit juga mengimpor kelapa sawit. Dari data BPS, Indonesia sempat mengimpor kelapa sawit pada awal tahun 2011, meskipun pada bulan Oktober dan November tidak ada impor komoditas ini.

Total impor kelapa sawit hingga November 2011 sebanyak 51,2 ton dengan nilai US$ 1,9 juta. Negara pengekspor kelapa sawit terbanyak adalah India dengan total 38,9 ton dengan nilai US$ 19,9 ribu dan Papua Nugini dengan total impor kelapa sawit sebanyak 7,4 ton dengan nilai US$ 1 juta.
http://finance.detik..com/read/2012/...-asal-malaysia

-------------

Apa yang kini tidak impor, semuanya kita sudah impor: Garam, Rempah2, Gula, Beras, Buah2an, Wortel, Kentang, Cabe, Brokoli, Migor, Kedela untuk Tahu Tempe, sampai pecun pun harus impor ... :D

nicosamuel 11 Jan, 2012

No comments:

Post a Comment